Wednesday, 18 January 2017

Tentang Arti Istilah Teu Uyahan

Hai, selamat malam.
Ada yang ngeh dengan judul blogpost ini? 
Ya, ini adalah istilah dalam bahasa Sunda. Secara umum teu uyahan diterjemahkan sebagai hambar (teu = tidak, uyah = garam). Tapi dalam keseharian, penggunaan istilah teu uyahan jarang dipakai untuk menunjuk rasa makanan yang terasa agak hambar. Lebih seringnya istilah ini digunakan untuk sesuatu hal yang bermakna kiasan.

Biar ga pusing, saya jelasin deh, ya.

Akhir pekan kemarin, waktu ngumpul bareng teman-teman smp, kami mencicipi pempek, oleh-oleh yang dibawa Devi, teman saya. Sebenarnya saya ga ikut nyicipin, karena lupa kalau ternyata saya ga masalah (alergi) dengan olahan ikan tenggiri. Iya itu salah satu komposisi pempek buatan Devi. Nyesel deh, makanya biar ga penasaran saya pesen dengan bumbu dan cuko yang ternyata bisa customized. 

Ini kenapa jadi bahas kuliner, ya? Hahaha.... Oke lanjut soal teu uyahan itu tadi.

Waktu teman-tenan nyicipin pempeknya, Devi nanya gini:

"Ada rasa yang kurang?"

Yang jelas bukan rasa yang pernah ada.

Semua yang nyicipin bilang gini, " garamnya kurang dikit."

"Teu uyahan!" saya menimpali 

Karuan aja kami yang lagi ngumpul pada nyengir. Ga salah sih cuma kurang tepat. Tapi waktu itu emang suasananya lagi santai, jadi hanya candaan, alias jokes.

Sebenarnya pemakaian istilah "teu uyahan" lebih banyak dilontarkan ketika kita menyampaikan rasa tidak nyaman, tidak suka, bete,  kesal dan sejenisnya. 

"Dasar jelema teu uyahan!"

Nah ini kalau dialihbahasakan jadi gini:
"dasar, manusia ga tau diri." 

Atau bisa juga ditujukan pada orang yang rese, nyebelin dan temen-temennya yang bermakna kurang lebih sama.

Alasan ketika seseorang bilang gitu bisa macam-macam, kondisional tergantung apa sebabnya. Dua kata ini diungkapkan dengan ekspresi mendelik, manyun atau nada dongkol. Kalau sambil tersenyum atau wajah kalem, saya ga bisa bayangin deh  ada yang melakukan hal ini. Ya ga mesti sampai nyolot dengan mata melotot kayak ekspresi aktris sinetron juga, sih. 

Bisa juga kata-kata ini keluar buat melampiaskan uneg-uneg ketika seseorang sedang mengalami ambek kapegung kesal sama seseorang. Nah lho, apalagi sih itu ambek kapegung? Ya udah minggu depan mampir lagi ke sini, ya. Setiap rabu saya bakal nulis di blogpost ini dengan label Rebo Nyunda.

Yuk ah permios heula.

5 comments:

  1. Karena aku gak paham bahasa Sunda, tulisan ini menambah kosakata bahasa Sundaku nih mb. Hihii

    ReplyDelete
  2. saya pengen tuh bisa bahasa sunda.. hehe, boleh dung saya di ajarin dikit2

    ReplyDelete
  3. Aku suka nih kalau ada pengetahuan kosakata Sunda kayak gini macam teu uyahan, wayahna, dll jadi tambah banyak kosakata bahasa Sundaku.

    ReplyDelete
  4. *teu uyahan maneh mah*
    😀😀😀
    Saya belum pernah pakai kalimat ini karena belum paham artinya dengan benar, walau lahir dan gede di tanah priangan 😤😤😤
    Lebih bermakna negatif ya?

    ReplyDelete
  5. saya makah baru tahu nih istilah ini

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan dan jangan meninggalkan link hidup pada kolom komentar ya para blogmate

Popular

Beli domain murah disini

Total Pageviews